Tampilkan postingan dengan label Narasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juli 2017

Filosofi Kopi: Rasa, Cinta, dan Nyawa


Semua yang memiliki rasa,Dia punya nyawa

Tulisan ini sengaja saya buat untuk diriku sendiri yang terlena dalam sepi ketika rasa penasaran memecah beranda hati. Namun senyuman yang lahir dari lubuk hatiku tak lagi mampu tertahan oleh senyumanya Mbak Brie dalam Film Filosofi Kopi 2. Ya… senyuman manis itu terlalu manis bagi diriku yang kalua minum kopi saja tidak pakai gula.
Selayaknya para jomblo yang berkeliaran liar di dunia ini, sore 19 Juli 2017 aku mencoba mengintip dompetku untuk memastikan bahwa masih ada lembaran-lembaran rupiah bergambar pahlawan yang tersisa di dalamnya.
Kenapa filosofi kopi? Ya eaaaalaaaah…. Secara film ini sudah lama aku tunggu, bersama dengan Fajar sahabatku, dia juga seakan berperan sebagai seseorang yang menyukai film ini, meski dia jarang minum kopi dan (mungkin) nangis ketika menonton film filosofi kopi 2 ini, lalu setelah selesai menonton film ini dia mendengarkan alunan musik indie lewat leptopnya. Intinya filosofi kopi 2 ini memiliki perbedan dengan film filosofi kopi 1, kenapa karena objek yang ingin disasar dari film ini cukup berbeda dari ekspektasiku sebelumnya, bahwa sebelum aku melihat film ini aku sudah melihat film filosofi kopi the serie maupun yang special episode, keduanya menceritakan bagaimana kopi seakan menjadi tokoh utama yang dikultuskan dalam diri Jodi dan Ben.
Namun, “lha kok bajilak” ketika aku menonton filosofi kopi 2 ini seakan kopi menjadi obat nyamuk atas perasaan hatinya mas Jodi dan Mas ben, kalua mas Jodi si aku nggak masalah, karena dia dekat dengan Mbak Luna secara aku sudah pernah dan masih hafal dengan mbak Luna. Tapi…. Ini lo mas Ben kok malah bergandengan mesra dan menebar senyum “genit” dengan mbak-mbak yang Brie…. Walah kalau kayak gini, terus sahabatku yang bernama Fajar Sasongko menebar senyum kepada siapa ya? Entahlah itu urusan dia dengan hatinya.
Ada beberapa hal yang bisa di ambil pelajaran dari Film ini, Pertama bahwa tidak semua kopi rasanya pahit, namun kopi juga bisa berasa asem, coba lihat adegan ketika Mas Ben dengan Mas Jodi menawarkan kopinya kepada para investor dia kaget dengan rasa kopi yang ditawarkan oleh Mas Ben dimana kopinya berasa asem “Koyo kelek”. Seperti status saya di dalam Facebook bahwa menikmati kopi bisa dilakukan dengan hipnotherapi, dimana kita bisa menghipnoterapi diri kita sendiri untuk bisa merasakan kopi itu tidak semua pahit.
Kedua, kopi bisa dijadikan anak. Tentu saya tidak akan pernah lupa dengan adegan di kebun kopi bahwa dalam perbincangan “kopi ini seperti anak sendiri, menemani ketika dia tumbuh, hingga akhirnya berbiji dan panen”, Nampaknya ini bisa dijadikan ide rujukan bagi sahabat-sahabatku yang saat ini masih ngenes dalam kekangan diskriminasi kejombloannya yang abadi. Jadi ketika kopi bisa dijadikan alternatif anak, maka kalian kaum jomblo tidak perlu repot-repot mencari pacar yang menyusahkan hidup dengan rasa curiga dan cemburunya yang membabi buta, dengan horror curiga tanpa jeda. Bagi kaum jomblo yang berminat untuk mencoba kesetiaan dan mencurahkan rasa cintanya mungkin bisa dialihkan kepada kopi saja, karena kopi bisa disayang, dicintai, dirawat, ya seperti pacar sendirilah, dan pastinya kopi tidak cemburuan, tidak rewel, tidak posesif, dan menghasilkan pundi-pundi cuan untuk agan-agan semua.
Ketiga, bahwa kopi bisa dijadikan sarana mencari jodoh. Masih tergambar dengan jelas bagaimana perasaan cinta itu tumbuh, bersemi, dan berkembang pada diri Mas Ben dan Mas Jodi, ketika mereka berdua menemukan “gondrong” pilihan hatinya. Itu semua karena kopi, bayangkan saja kalua filmnya berjudul filosofi the, atau filosofi jahe, tentu mereka tidak akan menemukan pujaan hatinya melalui kopi, dan sudah pasti pula hal itu bukanlah hal yang seru untuk dibahas, ya istilahnya kurang so sweet lah. Dari bijih kopi cinta bisa tumbuh dan bersemi, dari secangkir kopi kita bisa menikmati kopi. Itulah kenikmatan hidup ini, bahwa menikmati hidup tidaklah  serumit memikirkan sebuah universitas yang berjalan secara local wishdom, cukup secangkir kopi dan sebatang nikotin serta berbagi tawa dan canda, saya yakin hal itu lebih menyenangkan daripada terus menerut terpaku menatap lepto dengan kolom-kolom excel berisi daftar pembayaran mahasiswa.
Yakinlah bahwa hidup ini sebenarnya simpel kok, cukup dijalani dan dinikmati, kalau bahasa warungnya “Iso dilakoni, ora iso ditinggal ngopi”, tak perlu bekerja terlampau keras hingga akhirnya mati demi pekerjaan, atau mati memperebutkan jabatan, hidup ini indah kok, cukup naik fortuner, jalan-jalan ke Jogja, Makassar, Lampung, Jakarta, Lampung sambil ditemani sama mbak Luna atau Mbak Brie, simpel to…. Atau jalan-jalan keliling Indonesia dan membagi-bagikan kopi bagi para penikmat kopi.
Mari berimajinasi, bahagia, dan ngopi.

hsn.

Jumat, 04 November 2016

Melawan Diri Sendiri


Pada dasarnya memang benar apa yang diceritakan dalam kitab suci, bahwa Tuhan menciptakan Manusia untuk mengelola dunia ini, selain itu cerita bahwa manusia adalah mahluk sempurna dengan kelebihan yang dimilikinya berupa Akal dan Nafsu, memang bukanlah sebuah isapan jempol saja, hal itu memang benar adanya. Setidaknya hal tersebut dapat dibuktikan bahwa manusia memang meiliki akal, dan akal tersebut digunakan untuk menunjang kehidupan manusia.
Contoh yang paling sederhana dari akal yang dimiliki oleh manusia adalah manusia mampu menciptakan pakaian, tentu pakaian digunakan oleh manusia untuk melindungi tubuhnya dari perubahan suhu, atau dari serangan baik dari hewan ataupun manusia lain. Tidak hanya itu, dalam kehidupanya untuk mempermudah komunikasi, manusia menciptakan alat komunikasi berupa telefon, bahkan di masa sekarang manusia telah mampu menciptakan dunia sendiri yang terpisah dari dunia nyata, yaitu dunia maya, dengan kacanggihan dan perkembangan yang ada di dalamnya.
Tentu hal tersebut merupakan buah dari akal yang dimiliki oleh manusia. Sekarang yang kedua adalah nafsu, diceritakan bahwa manusia di dunia ini dibekali dengan nafsu, nasfu diartikan sebagai sebuah keinginan atau ambisi yang ingin diperoleh oleh manusia dalam kehidupanya. Salah satu contoh nafsu yang paling mudah ditemukan dari diri manusia yaitu nafsu makan, nafsu seorang laki-laki terhadap lawan jenisnya, atau yang paling nyata adalah nafsu yang dimiliki oleh seseorang terhadap harta dan tahta atau jabatan.
Bagi saya, nafsu yang berhubungan dengan harta inilah yang sangat sulit untuk dihindari, mengapa sulit, karena dalam menjalankan roda kehidupanya manusia selalu membutuhkan modal materi, meski jumlah yang dibutuhkan bervariasi antara satu individu dengan individu yang lainya. Meski demikian, pada dasarnya keinginan akan harta baik uang atau bentuk lainya, merupakan suatu keinginan yang memang sulit untuk dihindari. Tidak hanya itu, tidak jarang seseorang rela melakukan apa saja demi mendapatkan harta.
Memang hubungan antara manusia dengan harta merupaan hal yang sangat erat, saat ini apa-apa membutuhkan uang, dari manusia lahir hingga manusia itu mati semuanya membutuhkan uang. Oleh karena itu tidak sedikit orang yang menjadi hamba dari Tuhan baru yang bernama “Uang”.
Dalam posisi ini saya ingin mengingatkan diri saya sendiri bahwa pada dasarnya uang merupakan suatu bagian yang sangat penting dari suatu tatanan hidup seseorang, namun disisi lain ada hal yang menuntut saya untuk tidak dibutakan oleh uang, dengan asumsi saya seperti ini: “Uang memang penting, namun dengan banyaknya uang yang dimiliki, tidak serta merta menjadi jaminan bagi orang tersebut untuk BAHAGIA, tidak hanya itu semakin banyak uang atau penghasilan yang kalian dapatkan, hal tersebut berbanding lurus dengan banyaknya pengeluaran dalam hidup”, fiks ini adalah teori dasar dalam kehidupan dan memang begini adanya.
Sudah banyak contoh yang membuktikan, dan disini saya tidak lagi perlu mengumbar contoh-contoh lagi, karena dengan akal yang dimiliki oleh manusia, maka secara otomatis dia bisa memberikan contoh sendiri. Saat ini yang paling penting untuk dilakukan adalah bagaimana membuat hidup ini menjadi asik dan seru, mengapa?? Karena jika kita, saya, semua memilikirkan ambisi, keinginan, nafsu, atau masalah-masalah hidup, hal itu tidak akan ada habisnya.
Orang dengan gaji yang besar dia memiliki masalah hidup, orang dengan penghasilan yang kecil juga meiliki masalah dalam hidup, sekarang tinggal bagaimana membuat masalah tersebut menjadi sebuah tantangan yang menyenangkan, ya meskipun hal itu tetap saja butuh uang. Namun uang dalam hal ini bukanlah sebagai Dewa atau Tuhan, namun sebagai alat pembayaran yang sah dan di dalamnya terdapat dua nilai yaitu nilai Nominal dan nilai Instrinsik.
Sudahlah, mari kita berfikir sederhana dan simpel-simpel saja, tanpa membuat hidup ini menjadi hidup yang rumit dan susah, mari kita sejenak berbagaia meski dengan segala keterbatasan yang kita miliki, setidaknya kita masih bisa menghirup nafas dengan Gratis tanpa harus bayar. Mari menjalani hidup, meski berat dan sulit TAPI jangan lupa bahagia.
Salam...

04.SMG.11.16

Senin, 03 Oktober 2016

Tuhan Baru Itu Bernama Sma*t Ph*n*


Kawan, sampai kapan kalian akan sadar, bawah apa yang kalian yakini sebagai Tuhan, kini telah ada dan nyata, bahkan Tuhan itu kini bisa kalian pegang, kalian raba, kalian cium, bahkan kalian tempelkan di Pipimu.
Sudah lah, tidak usah mengelak, bahwa apa yang orang-orang terdahulu yakini sebagai Tuhan kini keyakinan itu telah bergeser. Sadarlah....
Sekarang begini, jika dulu ketika orang meyakini Tuhan serta kekuatan yang Tuhan miliki, orang akan gelisah jika tidak dekat dengan Nya, oleh karena itu mereka selalu mengingat dan menyebut TuhanNya, kemanapun, bahwa ketika malam pertama perkawinan pun, mereka (orang-orang dulu) selalu berdoa dan menyebut nama Tuhanya.

Namun kini, hal itu tak perlu lagi kalian kawatirkan, saat ini Tuhan telah bermetamorfosis menjadi fleksibel dan efisian, gimana..... enak kan, punya Tuhan yang efisien.
Bahkan umat sekarang justru lebih rajin dalam mendekatkan diri kepada Tuhan, karena cukup dengan mengusap pola atau mengetikan serangkaian angka, maka Tuhan mu telah menyapa.

Sudahlah tak usah mengelak....

Kalian sebenarnya sudah tahu kok siapa sesungguhnya Tuhan yang saat ini kalian sembah. Tentu tak perlu aku tuliskan "HP/Smart Phone" kan dalam tulisan ini untuk mengetahui siapa nama Tuhan yang saat ini sudah kamu sayang, kamu cinta, kamu sembah, bahkan kamu akan merasa gelisah, pusing atau mual muntah jika kamu tidak sedang bersama atau dekat dengan Tuhan BaruMu itu.

-----------peraduan: 03.00am

Berapa Kali Harus Terbentur?


Terbentur, Terbentur, Terbentuk
Terbentur;
Kembali, aku harus merasakan bagaimana rasanya terbentur, terbentur pada sebuah kenyataan bahwa hidup ini akan terus berjalan dan sang waktu tidak pernah sedikitpun mau menunggu. Aku terbentur cukup keras kali ini, terbentur dalam meraih idealisme, terbentur dalam sebuah perjuangan untuk menggapai cita-cita yang sebelumnya telah aku gantungkan di ujung roket hingga akhirnya terbang ke angkasa. Angan-angan bahwa aku adalah generasi harapan bangsa.

Terbentur:
Ya.... Meski sebelumnya aku telah gagal, namun aku tidak menyerah dan patah arang untuk selalu berusaha dalam mencapai keadaan yang ideal, dimana benar adalah benar dan salah adalah salah, hingga akhirnya aku terbentur lagi untuk yang kedua kalinya. Kali ini aku menjadi pejuang adil dan ideal garis keras dimana pemilik modal tidak akan bisa berkutik jika pekerjanya melakukan pemogokan, ya... sebuah keadaan yang ideal, meski makan 1x sehari namun ketika masih memiliki angan-angan yang "ideal" itu, seakan perut ini menjadi kenyang, namun pada akhirnya aku terbentur lagi.

Terbentur;
Dua kali terbentur tidak membuatku patah semangat, meski keadaan yang ideal serta keadilan yang selalu dipuja dan diperjuangkan oleh banyak orang itu masih belum jelas wujudnya, namun selama masih memiliki semangat itu, tak masalah jika tidak punya uang untuk makan, bahkan besok mau makan apa juga tak tau, yang jelas "sesuatu yang ideal" itu adalah harta kekayaan yang tak ternilai harganya --- walaupun harta terakhir---.

Terbentuk:
Setelah 3x terbentur, akhirnya aku sadar, bahwa sesuatu yang ideal itu adalah suatu angan-angan yang utopis, meski tidak nyata namun tetap ada sebagai suatu angan-angan. Selain itu perlu di catat, jika aku terus-terusan mempertahankan sesuatu yang ideal tanpa membuka mata untuk dunia ini, maka aku tidak akan bisa sadar, bahwa: TV, AC, Kulkas, Pompa Air, KPR, BPJS tidak dapat diatasi hanya dengan senyuman dan "ideal", serta rasa lapar yang mendera istri dan anakku tidak akan selesai hanya dengan membicarakan #wacana dan #retorika.

Senin, 15 Agustus 2016

Generasi Setengah Menengah: Apa, Siapa dan Mengapa?


Generasi setengah menengah, nampaknya kata-kata ini masih asing buat kita. ya... wajar, bagi sebagian orang yang memang sudah cukup populer adalah generasi 45, generasi 60an, generasi 90an, atau generasi milenium. Sedangkan banyak juga orang yang memang sudah mengenal beberapa golongan yang ada di dalam masyarakat beberapa diantaranya yaitu golongan marjinal, golongan kelas rendah, orang-orang kelas menengah, dan tentu orang-orang golongan atas (biasanya orang golongan atas ini ditandai dengan penghasilan mereka yang besar, kehidupan glamor, bakaian yang mahal, mobil mewah atau bahkan istri lebih dari 1 dengan beberapa orang selir di luar sana...
lhoooo....
Sedangkan untuk orang-orang kuliahan, yang cuka membaca dan berdiskusi masuk dimana?
Nah ini yang sangat menarik, para mahasiswa (entah apapun jurusan dan lokasi kuliahnya), meski tidak berpenghasilan atau para pasukan sarjana yang masih menganggur dan tidak berpenghasilan, mereka tidak dapat serta merta masuk di dalam golongan kelas bawah, ya..... kalau jaman dulu disebut dengan kaum sudra/pariya.
Lalu dimana posisi mereka?
Ini yang menjadi golongan yang sangat unik, mereka ingin dimasukan kedalam kelas rendah, tidak bisa alasanya mereka kuliah, mereka terpelajar. Lalu dimasukan kedalam kelas menengah, apa iya bisa?
Kelas menengah itu kalau menurut pandangan saya, ya orang yang sudah bekerja berpenghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dan masih memiliki kelebihan dari pendapatanya tersebut untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sedangkan mereka --golongan para sarjana atau magiter yang masih sibuk menganggur dan belum berpenghasilan pula-- tidak bisa juga kalau dimasukan kedalam kelas menengah, apalagi Kelas Atas disandingkan dengan mbak-mbak sosialita, ibu-ibu glamor, atau eksemmut-eksemmut, atau para jamaahnya om-om yang menggoda.
walaaaaah.... ya nggak masuk pakai banget.
Posisi mereka itu seperti berdiri di KRL diantara himpitan mbak-mbak kantoran yang sexy dan mamah muda yang Hot. Serba susah memang.
Begini kalau mereka digologkan kedalam "Golongan Setengah Menengah" saja bagaimana?
Lho, kok bisa? ya bisa, mereka orang-orang yang berpendidikan (walopun TA, SKRIPSI, TESIS, atau tugas-tugas yang lain entah siapa yang mengerjakan yang jelas mereka sudah pernah diwisuda), otomatis mereka memiliki gelar, otomatis tidak bisa dimasukan kedalam kelas sudra/pariya/rendahan.
Berikutnya, mau dimasukan kedalam kelas menengah. eeeeeeeeeeeeeee..... tunggu dulu, mereka tidak bekerja, masih nganggur, belum memiliki penghasilan, untuk mencukupi kebutuhanya saja masih empot-empotan, bahkan untuk beli rokok saja harus patungan, jelas banget kan tidak bisa masuk golongan menengah.
Lalu, Golongan Bawah tidak cocok, sedangkan untuk dimasukan kedalam kelas menengah, mereka belum mampu. Jadi ya kita buat saja klasifikasi golongan yang baru yaitu "Golongan Setengah Menengah", ya sama saja golongan magak kalau orang Tuban menyebutnya, atau golongan nanggung, gak jelas-gajelas ngunulah.
Untuk menemukan kelas Setengah Menengah ini cukup mudah, kalau kalian di semarang cari saja di sepanjang JL. Pahlawan, atau di Mall-mall, populasi mereka cukup banyak kok, kalau mereka di Mall ya paling cuma jalan-jalan saja (karena mau beli barang/pakaian, mereka belum mampu).
Yo seng sabar yo mbak, yo mas, urip pancen ngunukui.

15/08/2016 

Minggu, 14 Agustus 2016

Merenung Bersama One Piece

Merenung Bersama One Piece

Saya masih ingat betul bagaimana pejalanan luffy dan teman-temanya untuk menjadi raja bajak laut. Pertama dia menemukan Zorro sebagai seorang ahli pedang, dan mengajak zorro untuk bergaungan dengan timnya (Bajak Laut Topi Jerami), setelah itu dia menemukan Usop, sebagai seorang penembak jitu, jenius dalam membuat alat-alat perang serta pembohong besar. Tidak hanya itu, berkat bantuan dari teman usop yang bernama Kaya, dia diberi sebuah kapal yang bernama “going merry go”. Perjalanan Luffy terus berlanjut, hingga akhirnya dia bertemu dengan Nami, seorang pencuri ulung sekaligus ahli navigasi.
Dari sini, satu persatu anggota Bajak Laut Topi Jerami terus bertambah, disusul oleh Sanji, sebagai seorang koki ahli, dan copper seorang dokter dikapal itu. Mereka terus berpetualang melewati kerasnya kehidupan di laut serta dengan musuh-musuh yang semakin lama semakin berat. Seiring berjalanya waktu, personil Bajak Laut Topi Jerami terus bertambah, ada tiga orang lagi (hingga saat ini) yang bergabung dengan Bajak Laut Topi Jerami, yaitu nio robin sang arkeolog, Franky sang Cyborg sekaligus  tukang kayu yang ahli membuat kapal, dan Brook seorang tengkorak hidup, pemusik serta cukup ahli dalam memainkan pedangnya.
Hari demi hari mereka lewati, hingga pada akhirnya mereka tiba di pulau Sabaody Archipelago, disanalah seuah pelajaran besar diterima oleh teman-teman Luffy. Ya.... Sebuah pelajaran yang sangat berharga, kenapa tidak!!! Ambisi Luffy untuk menjadi raja bajk laut tidaklah cukup jika hanya sebatas ambisi dan angan-angan saja, melainkan juga harus dibarengi dengan kekuatan dari setia anggotanya yang juga besar.
Di pulau Sabaody Archipelago, inilah menurut saya sebagai titik awal bagi siapapun juga jika memiliki angan-angan besar  maka dia harus berusaha sekeras mungkin.

Pertemuan dengan Kuma
Namanya adalah Kuma, seorang manusia (bisa juga disebut dengan “robot”), sekaligus sebagai salah satu anggota tersembuyi dari pasukan revolusi. Bagi Luffy dan teman-temanya, Kuma adalah sosok yang sangat kuat, dia mampu memindahkan orang dimana saja, ditempat yang dia suka.
Sebenarnya ada apa dengan Kuma?
Dari sinilah saya mencoba untuk meraba, pesan apa yang bisa saya ambil dari film One Piece ini. Berawal dari ambisi Luffy untuk menjadi seorang raja bajak laut. Tentu hal ini tidak dapat dia peroleh hanya dengan mengandalkan kekuatan dari dirinya sendiri. Sudah barang tentu dia juga membutuhkan kekuatan dan kerjasama dari teman-temanya.
Namun apa yang nantinya dihadapi oleh Luffy tentu bukanlah tandinganya jika hanya dengan kekuatan yang mereka miliki saat ini. Jangankan untuk menghadapi Pemerintah dunia atau Sengoku yang sebagai seorang admiral, ataupun menghadapi Do Flaminggo yang hanya seorang Shichibukai saja belum tentu Luffy menang (dengan kekuatan saat itu). Lalu bagaimana dengan Kuma?
Dalam cerita di pulau Sabaody Archipelago inilah Luffy bertemu dengan Kuma, dia melawan Kuma, namun apa yang terjadi, Kuma memisah-misahkan anggota Bajak Laut Topi Jerami. Zorro dibuang di pulai hantu dan bertemu dengan Mihawk yang seorang ahli pedang nomor wahid di dunia, bersama dengan Mihawk inilah nantinya Zoro menimba ilmu, sekaligus belajar Haki.
Nami dibuang di Pulau Langit Kecil, disinilah Nami bertemu dengan para Profesor yang sudah ahli dalam membuat awan dan manipulasi cuaca. Nico Robin dilempar disuatu tempat hingga akhirnya dia bertemu dengan pasukan Revolusi untuk selanjutnya dia belajar meningkatkan ilmu pengetahuan serta kekuatan yang dia miliki. Sanji dikirim ke Kerajaan Kamabakka, disana dia bertemu dengan para waria dan Ivankof dalam kondisi ini sanji terus-terusan dikejar oleh para waria, hingga akhirnya dia bisa belajar tendangan api dan dapat berlari di udara.
Berdeda tempat pula dengan Chopper, dia dibuang disebuah tempat dimana dia bisa mengembangakan kemampuanya dalam mengobati sekaligus membuat rumbbel ball yang memungkinkan dia untuk merubah wujudnya. Franky dibuang di pulau bersalju, disana dia belajar untuk memodifikasi dirinya menjadi lebih kuat hingga seperti saat ini. Usopp dibuang di pulau makanan, disitu dia juga berlatih menembak, berlari serta meningkatkan kekuatan yang dia miliki, termasuk meramu peluru yang dia gunakan di ketapelnya.
Sedangkan Brook, dia belajar dalam permainan musiknya hingga dia mampu menjadi artis terkenal dengan kemampuan yang terus meningkat. Lalu dimana Luffy?
Ya, Luffy juga dilempar di pulau perempuan yang bernama Amazon Lili, disitulah dia bertemu dengan Boa Hancok, dan tak kalah dengan teman-temanya, Luffy sebagai seorang kapten bajak laut, dia juga belajar. Dia belajar ilmu Haki dengan seorang ahli Haki nomor wahid yang sekaligus mantan anggota dari Gold D Roger (raja bajak laut). Sangat jelas disini, seluruh anggota Topi Jerami terpisah, dan semua anggotanya sama-sama belajar untuk meningkatkan kekuatan dan ilmu mereka, agar mampu dalam menghadapi musuk pada petualangan-petualangan berikutnya.
 Dalam hal ini tentu Luffy terpisah dengan semua anggota Krunya. Banyak hal yang mereka lakukan selama terpisah ini, hingga akhirnya setelah dua tahun mereka berpisah, mereka sepakat untuk saling bertemu kembali ditempat mereka dipisah-pisahkan yaitu pulau Sabaody Archipelago.
Waktu yang dinanti sudah tiba, dua tahun mereka telah berpisah, dan saat ini anggota mereka telah kembali ke pulau Sabaody Archipelago untuk kembali bersatu dalam sebuah tim Bajak Laut Topi Jerami. Tentu setelah terpisah panjang, dan semua anggotanya telah belajar dan belatih untuk meningkatkan ilmu dan kekuatan mereka masing-masing. Kini Luffy seakan mendapatkan kembali anggotanya namun dengan kemampuan yang berbeda, yaitu bertambah kuat.
Setelah anggotanya berkumpul kembali maka petualangan baru di Dunia Baru juga dimulai, musuh kuat telah menanti di depan. Seorang Shichibukai bernama Do Flaminggo, telah menanti Luffy. Pertempuran dengan Do Flaminggo menjadi pertempuran yang sangat menarik untuk dilihat, ini adalah masa awal dimana Luffy beserta seluruh timnya untuk menguji coba kekuatan barunya, setelah dua tahun terpisah. Singkat cerita, akhirnya Do Flaminggo dapat dikalahkan oleh Luffy, ya meskipun dengan susah payah.

Lalu apa hubunganya?
Tentu saya tidak akan menyamakan hidup ini sebagaimana yang terjadi di kisah perjalanan Luffy dan kru Topi Jerami. Beberapa poin yang dapat saya ambil adalah ketika semua anggota Topi Jerami di buang oleh Kuma di tempat yang berbeda-beda namun sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Tentu hal itu bertentangan dengan ambisi Luffy yang ingin menjadi raja bajak laut.
Disadari atau tidak, dengan dibuangnya seluruh anggota topi jerami, maka mereka akan belajar dan berlatih untuk menjadi lebih kuat, karena dengan kemampuan yang mereka miliki saat itu, tentu masih belum cukup. Jika digambarkan di dunia nyata, setiap orang yang memiliki kelompok atau regu, atau tim, atau lembaga atau apalah, dengan keinginan serta cita-citanya yang begitu besar, tentu hal itu saja tidaklah cukup, dia harus belajar dan berlatih juga, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Tentu di awal Luffy tidaklah sadar dan juga mau, jika dia harus berpisah dengan seluruh anggota timnya, kesedihan dan kemarahan terlihat jelas pada raut wajahnya, namun kepercayaan dan cinta sebagai sebuah keluarga, akhirnya Luffy merelakan untuk sementara waktu berpisah dengan mereka semua. Seakan Luffy memberikan waktu bagi setiap anggotanya untuk kembali belajar dan berlatih untuk menjadi anggota yang kuat untuk menghadapi pertempuran dan petualangan selanjutnya.
Dalam hidup ini, tentu ambisi dan keinginan kuat untuk menjadi yang terbaik memang sangat dibutuhkan, namunwaktu untuk berlatih dan belajar untuk menjadi lebih baik pada setiap diri anggota tim juga tidak kalah pentingnya. Jika Luffy tidak memberikan waktu bagi krunya untuk berlatih, mungkin anggotanya tidak bisa sekuat saat ini. Jika ini diterapkan di dalam dunia nyata, semangat yang kuat untuk mengembangan potensi diri masing-masing anggota tentu sangat dibutuhkan  agar kelak setiap anggota yang ada akan menjadi orang yang memiliki kekuatan yang jauh lebih hebat. Dengan demikian, lembaga atau perahu yang dia miliki (tim) dapat menjadi tim yang hebat pula.

Proses Berpisah
Proses berpisah ini, saya anggap sebagai usaha bagi setiap individu untuk mengembangkan ilmu dan angan-angan dia, Brook misalnya ketika di terpisah dia mengembangkan keahlian di dalam bermain musik. Zoro, ketikan dia berpisah, dia belajar untuk menjadi seorang ahli pedang, begitu juga dengan anggota kru yang lain.
Dalam dunia nyata ini, mungkin ketika dalam suatu tim yang telah memiliki ikatan emosional yang kuat seperti seorang keluarga, saya yakin ketika mereka saling yakin dengan anggota tim (anggap: keluarga), maka suatu saat jika mereka semua telah meiliki kekuatan yang dianggapnya cukup, maka dengan sendirinya hatinya akan memanggil untuk kembali berkumpul.
Namun jika dipaksakan untuk menerjang tentangan yang kedepanya pasti semakin berat, tentu Luffy akan dengan mudah dikalahkan. Begitu juga dengan sebuah tim tadi, jika terus saja dipaksakan untuk tetap maju tanpa memberikan ruang bagi anggotanya untuk belajar dan berlatih lagi, tentu akan sangat sulit untuk mampu menghadapi tantangan dan rintangan kedepanya.
Bagi saya bukan masalah selalu bersama atau tidaknya seluruh anggota tim, melainkan kesiapan dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anggotanya lah yang menjadi penentu. Lima atau Sepuluh tahun bukanlah waktu yang lama, bagi seseorang untuk belajar guna menerobos dan menerjang rintangan kehidupan. Hal itu tentu lebih baik, daripada memaksakan bersama namun setiap anggota masih belum mampu menghadapi rintangan kedepanya.
Setelah semua anggota Bajak Laut Topi Jerami terkumpul dengan kekuatanya yang lebih besar, maka mereka akan mampu mengalahkan musuh-musuhnya yang juga semakin kuat. Sama halnya setelah semua anggota tim menempa ilmu dan berlatih, hingga mereka benar-benar kuat (meskipun terpisah-pisah), maka pada saat mereka kembali dan berkumpul, disitulah kekuatan besar juga telah terkumpul, dan siap menghadapi tantangan kehidupan kedepanya.

Selasa, 14 Januari 2014

realita kehidupan


hidup ini sangat nyata, tidak seperti yang ada pada dunia dongeng dengan hanya menyebutkan suatu kata kunci namun dan kesuksesan itu datang dengan begitu saja, menjadi manusia yang sukses bukanlah seperti membalikka tangan melainkan juga danya proses untuk menuju kesuksesan itu sendiri. menjadi manusia yang sukses hendaklah ada suatu perjuangan untuk mendapatkan hal itu.
manusia-manusia yang sukses adalah suatu proses, inilah manusia dan inilah kehidupan realita yang ada...
aku disini terlahir dari suatu keluarga yang sederhana dan ini adalah hidupku, dan kehidupan ku.
diriku tak akan mampu bertahan dan menhadi apa yang ada seperti ini jika aku sendiri tidak mau merubah masa depan dan hidupku ini.
aku masih ingat dengan kata-kata "meskipun sakit tapi berdiri diatas kaki sendiri itu lebih bermakna dan berharga daripada terus berdiri diatas kaki orang lain", itu lah yang menjadikan istpirasi dalam kehidupan ku.